Archive for Pertanian

Olahan Sabut Kelapa Yang Sangat Bermanfaat Sekali

Halo Semuanya kali ini saya akan membuat artikel tentang Olahan Sabut Kelapa Yang Sangat Bermanfaat Sekali simak berikut ini yaa..

Olahan Sabut Kelapa Yang Sangat Bermanfaat Sekali

olahan-sabut-kelapa

Pupuk cair merupakan solusi pemecahan bahan organik dari sisa-sisa tanaman, kotoran hewan dan manusia yang mengandung lebih dari satu unsur hara. Secara umum, pupuk organik cair tidak merusak tanah dan tanaman, bahkan jika diterapkan sesering mungkin. Salah satu pupuk organik (POC) yang mudah diproduksi dan bahan bakunya mudah ditemukan di sekitar kita adalah POC Perendaman Sabut Kelapa. Tanaman kelapa merupakan tanaman multifungsi dengan berbagai manfaat dan khasiat yang dikandungnya. Baik untuk manusia maupun tumbuhan lainnya. Bagian gelap yang sering kita lihat di lapangan menjadi sampah, termasuk batok kelapa. Selain bisa mengolah sabut kelapa menjadi kerajinan rumah tangga, juga bisa dibuat menjadi pupuk organik cair.

Sebagai pupuk organik cair, sabun kelapa memiliki banyak manfaat bagi tanaman, terutama kandungan kalium (K) dan fosfor (P) yang sangat tinggi, membantu meningkatkan isi dan bobot hasil gabah, serta untuk lugahih tain fall italia. tanaman.

  • juga sebagai katalis untuk reaksi biokimia dalam jaringan tanaman
  • Berperan penting dalam pembentukan karbohidrat dan lemak
  • Tanaman lebih tahan atau beradaptasi dengan kekeringan
  • peningkatan ketahanan terhadap hama penyakit
  • Akar menjadi banyak dan tumbuh lebih luas
  • hasil foto tanaman karena daun, bunga dan buah tidak mudah rontok
  • Kualitas hasil panen, terutama buahnya, semakin baik. Padahal, rasa buahnya lebih manis.

Kalian Ingin Membeli cocomesh yang murah dan sangat berkualitas? kunjingi web berikut : Jual Cocomesh Murah Dan Berkualitas

Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat POC dari sabut kelapa yaitu :

  1. Drum/tong air/jerigen yang memiliki penutup
  2. Pisau/parang
  3. Sabut kelapa 1 kg
  4. Air 100 liter
  5. Gula merah 100g
  6. EM-4 100ml(1tutup botol=15ml)

CARA MEMBUAT POC DARI SABUT KELAPA

  • Pisahkan tempurung kelapa dari buahnya. Buka gulungan kelapa yang masih direkatkan dan masukkan ke dalam wadah.
  • Dalam wadah terpisah, larutkan gula merah dalam 10 liter air.
  • Campurkan EM4 dengan larutan gula merah.
  • Tuang adonan ke dalam wadah berisi sabut kelapa lalu tutup rapat.
  • Buka tutup ember selama beberapa detik setiap pagi untuk menghilangkan penumpukan gas.
  • Simpan dan simpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari. Biarkan selama 2 minggu.

“Pada hari kelima belas, buka tutupnya. Perhatikan perubahan warnanya. Jika air rendaman sudah berubah warna menjadi kecoklatan, agak kehitaman atau kuning tua dan berbau seperti tape, itu tandanya Pupuk Organik Cair (POC) sudah siap dan siap.

Ingin mengetahui Web utama kami Cek di sini yaa :RumahSabut

CARA APLIKASI PEMUPUKAN POC SABUT KELAPA

  • Untuk aplikasi akar hujan cukup dengan mencampurkan larutan POC dengan air hujan murni dengan perbandingan 1 : 3. Aplikasikan pada tanaman dengan takaran sekitar 2 ml per tanaman seminggu sekali.
  • Oleskan pada daun, campurkan larutan POC dan air bersih dengan perbandingan 1:5 dan semprotkan langsung ke daun dan batang tanaman seminggu sekali
  • Pemberian tanaman padi baik digunakan pada umur tanaman generatif masif karena akan memberikan kebutuhan unsur hara berupa kalium (K) untuk pengisian bulir padi.
  • POC sabut kelapa sangat baik diberikan saat tanaman masih disemai untuk merangsang akar dan batang tanaman
  • Baiknya pemupukan tanaman POC seminggu sekali

Baca Juga : 4 Tips Sebelum Membeli Kursi Sofa

Sekian dulu Penjelasan Dari saya tentang Pupuk Organik Dari Sabut Kelapa Gampang Dan Mudah semoga bermanfaat untuk kita semua

Cara Menanam Cabe Merah Keriting

6 Cara Menanam Cabe Merah Keriting Agar Berbuah Lebat

Cara menanam cabe merah keriting pada dasarnya sama dengan cara menanam jenis cabai lainnya, namun Anda perlu memperhatikan beberapa hal agar cabai merah keriting bisa tumbuh optimal serta memproduksi buah yang lebat.

Cabai keriting merupakan salah satu jenis tanaman cabai yang berbentuk panjang dan keriting. Jenis cabai yang satu ini bisa dibedakan menjadi dua yaitu cabai keriting hijau dan cabai keriting merah. Keduanya sama namun waktu pemanenannya saja yang berbeda.

Jenis cabai ini biasa digunakan sebagai bumbu pada masakan tumis, rendang, semur, sambal dan masakan nusantara lainnya. Selain memberikan rasa yang pedas, cabai keriting juga mengandung beberapa vitamin yang baik bagi tubuh seperti vitamin A dan vitamin C.

Cara Menanam Cabe Merah Keriting

Masyarakat Indonesia terkenal sebagai pecinta kuliner pedas. Untuk itu, tanaman cabai menjadi salah satu komoditas pertanian yang paling banyak digeluti oleh para petani.

Selain karena permintaan pasar yang banyak, cabai keriting juga seringkali memiliki harga yang melambung tinggi terutama di musim kemarau. Berikut ini kami rangkum informasi cara menanam cabe keriting merah:

1. Pemilihan Bibit Cabe Merah Keriting

Pemilihan Bibit Cabe Merah Keriting

Benih cabai merah keriting yang digunakan berasal dari tanaman cabai yang dibiarkan menua dan kering di pohon. Biasanya buah cabai yang terpilih dari hasil panen ke empat hingga ke enam. Pasalnya di saat tersebut cabai yang dihasilkan memiliki kualitas biji yang baik.

Jika sudah mengering, kemudian cabai keriting dipotong menjadi tiga bagian untuk dipisahkan bijinya. Ambil biji bagian tengahnya karena memiliki kualitas yang lebih baik untuk dijadikan benih.

Setelah dipisahkan dari kulitnya, selanjutnya biji cabai direndam dalam seember air. Tujuannya yaitu untuk menyeleksi biji mana yang memiliki kemampuan untuk tumbuh yang baik.

Caranya yaitu dengan mengamati biji cabai yang ada di dalam ember. Pilih hanya biji yang tenggelam, sedangkan biji yang terapung bisa dibuang. Biji cabai yang terapung menandakan bahwa biji telah cacat dan tidak bisa digunakan sebagai benih.

Tiriskan biji cabai yang tenggelam, kemudian jemur di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering. Jika sudah kering, maka biji cabai selanjutnya bisa disemai.

Baca Juga : Cara Memilih Benih Cabai yang Baik untuk Ditanam

2. Penyemaian Benih Cabe Merah Keriting

Penyemaian Benih

Setelah mendapatkan benih cabai merah keriting terpilih, selanjutnya akan dilakukan proses penyemaian. Langkah ini bisa dilakukan dalam media tanam berupa pot atau polybag terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar Anda bisa menyeleksi kembali bibit cabai yang tumbuh nantinya. Tentu hal ini dapat menghindarkan dari kemungkinan benih cabai yang tidak tumbuh saat ditanam langsung di lahan tanam.

Proses penyemaian bibit cabai dilakukan dalam polybag dengan media tanam berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan masing-masing yaitu 3:1. Isi media tanam pada polybag sebanyak 2/3 bagiannya.

Selanjutnya rendam biji cabai sleama kurang lebih 6 jam dengan menggunakan air hangat. Hal ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan benih. Seleksi kembali biji cabai dan buang biji cabai yang mengapung.

Setelah itu masukkan biji cabai pada media tanam kemudian tutup dengan media tanam disekitarnya tipis-tipis. Letakkan polybag pada tempat yang teduh. Usahakan untuk menghindarkannya dari sinar matahari langsung. Selain itu pastikan juga untuk menyiram polybag setiap hari pada pagi dan sore hari untuk memastikan media tanam benih cabai tetap lembab.

Untuk menghindari benih cabai yang rusak akibat kururan air, Anda bisa melakukannya dengan lebih hati-hati ataupun dengan menggunakan spayer. Pastikan polybag tidak tergenang oleh air agar benih cabai tidak membusuk. Bibit cabai akan mulai tumbuh setelah 3 hingga 4 hari.

3. Pengolahan Lahan Tanam Cabe Merah Keriting

 Pengolahan Lahan Tanam Cabe Merah Keriting

Setelah dilakukan tahap penyemaian, Anda selanjutnya dapat mengolah lahan yang akan ditanami bibit cabai. Gemburkan tanah pada lahan tanam menggunakan cangkul.

Selanjutnya buatlah bedengan dengan tinggi 30-40 cm, lebar 1 meter, panjang 15 meter serta jarak setiap bedengannya yaitu 60 cm.

Selanjutnya setiap bedengan ditutup dengan menggunakan mulsa plastik berwarna perak atau hitam. Buatlah lubang tanam sebanyak dua baris dengan pola zig-zag dengan jarak masing-masing 60 cm. Hal ini bertujuan untuk mengatur sirkulasi udara serta intensitas sinar matahari.

4. Penanaman Bibit

Sebelum melangkah ke tahap penanaman, lubang tanam sebelumnya dipasang ajir atau tongkat bambu. Tujuannya agar tanaman cabai bisa berdiri tegak dan kokoh saat diterjang angin dan hujan. Pemasangan ajir ini dilakukan saat sebelum tanam agar tidak merusak persebaran akar.

Bibit cabai merah kering dalam persemaian bisa dipindah saat berumur 3 hingga 4 minggu atau saat sudah memiliki sekitar 3 hingga 4 helai daun. Lakukan dengan hati-hati saat memindahkan bibit cabai, jangan melukai akar ataupun batangnya.

Proses penanaman bibit cabai sebaiknya dilakukan ada pagi atau sore hhari. Setelah itu bibit cabai satu per satu dimasukkan ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan. Kemudian tutup dengan menggunakan tanah yang ada di sekitarnya. Jangan lupa untuk menyiram bibit cabai setelah penanaman.

5. Perawatan dan Pemeliharaan

Agar tanaman cabai merah keriting bisa tumbuh dengan baik, dan menghasilkan buah yang lebat, maka perlu dilakukan beberpaa tahap perawatan dan pemeliharaan.

Tanaman cabai harus secara rutin disiram yaitu pada pagi dan sore hari. Namun Anda juga perlu mengamati kondisi cuacanya. Saat musim penghujan, Anda dapat mengurangi atau bahkan meninggalkan proses penyiraman.

Sebaliknya, pada saat musim kemarau, Anda bisa memperbanyak volume air yang disiram. Pastikan media tanam cabai tetap lembab namun tidak tergenang air.

Setelah tanaman cabe merah keriting sudah mulai meninggi, atau saat berumur satu bulan, tanaman cabe bisa diikatkan pada batang mambu atau ajir yang ada di setiap lubang tanam.

Pastikan juga tanaman cabai merah keriting mendapatkan nutrisi dan zat unsur hara yang mencukupi agar pertumbuhan dan perkembangannya bisa optimal. Langkah ini bisa Anda lakukan dengan pemberian pupuk. Pupuk yang digunakan bisa berupa pupuk organik seperti pupuk kompos ataupun pupuk kandang

Pastikan juga untuk memangkas tunas yang tumbuh di antara daun dan batang utama. Lakukan cara ini hingga terbentuk cabang utama yang ditandai dengan munculnya bunga pertama dan kedua.

6. Panen Cabe Merah Keriting

Panen Cabe Merah Keriting

Setelah melalui beberapa tahapan tersebut, tanaman cabe bisa dipanen saat mencapai usia 75 hingga 85 hari. Proses pemanenan ini bisa Anda lakukan setiap 2 hingga 5 hari sekali tergantung pada kematangan buah dan kondisi pasar.

Cabai yang siap panen yaitu buah cabai yang sudah tua ditandai dengan warnanya yang merah merata. Agar cabai bisa lebih tahan lama, sebaiknya dipetik sekaligus bersama dengan tangkainya.

Semoga artikel ini bermanfaat serta menambah wawasan Anda tentang bagaimana cara menanam cabai merah keriting.

Baca Juga : 5 Langkah Mudah Cara Menanam Cabai Rawit dari Biji

Cara Menanam Cabai Rawit

5 Langkah Mudah Cara Menanam Cabai Rawit dari Biji

Cara Menanam Cabai Rawit – Di sejumlah daerah di Indonesia, harga cabai rawit sering mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Tentunya hal ini bisa menyebabkan turunnya daya beli masyarakat.

Terlebih saat pandemi covid seperti sekarang ini perekonomian Indonesia sedang mengalami kesulitan. Jika harga cabai melambung tinggi tentu akan memberatkan para konsumen.

Untuk itu, Anda dapat mengakalinya dengan membudidayakan tanaman cabai rawit sendiri di rumah.

Selain lebih praktis dan mudah, tentu dengan budidaya cabai rawit sendiri di rumah , Anda bisa menghemat pengeluaran. Cabai yang dihasilkan pun lebih segar karena bisa dipetik saat akan digunakan.

Tahukah Anda bagaimana cara menanam cabai rawit sendiri di rumah? mari simak informasi berikut ini:

1. Siapkan Benih Cabai Rawit

Cara Menanam Cabai Rawit

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan dalam menanam cabai rawit yaitu dengan menyiapkan benih/bijinya.

Biji cabai rawit sendiri bisa Anda dapatkan dengan mudah di toko-toko pertanian. Namun, Anda juga bisa membuat benih cabai rawit sendiri di rumah. Caranya pun mudah. Mari perhatikan langkah-langkah berikut ini:

  • Siapkan cabai rawit yang sudah tua dan sehat dengan ciri berwarna merah merata. Pastikan buah cabai yang digunakan untuk benih tidak terinfeksi hama maupun penyakit.
  • Kemudian, potonglah buah cabai menjadi 3 bagian. Pisahkan bijinya dari kulit dan daging buahnya. Biji yang berada di bagian tengah buah cabai memiliki kualitas baik jika dibandingkan dengan biji yang berada di bagian depan dan belakang.
  • Setelah dipisahkan, kemudian biji cabai rawit direndam di dalam air bersih. Pilih biji cabai rawit yang tenggelam. Sebaliknya, biji cabai rawit yang terapung di atas rendaman air tidak bisa digunakan untuk benih.
  • Tiriskan biji cabai rawit yang tenggelam di rendaman air.
  • Keringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari selama kurang lebih 3 hari.

Baca Juga: Cara Memilih Cabe yang Baik

2. Siapkan Bibit Cabai Rawit

Cara Menanam Cabai Rawit

Setelah benih sudah siap digunakan, maka langkah selanjutnya yaitu persemaian. Tahapan ini bertujuan untuk menumbuhkan biji atau benih cabai rawit hingga berkecambah atau memiliki tunas daun. Selain itu, Anda juga bisa mengamati bibit cabai rawit mana yang memiliki kualitas yang baik.

Mari kita simak tahap-tahapan apa saja yang perlu dilakukan dalam menyemai benih cabai rawit sebagai berikut:

  • Langkah pertama yang dapat Anda lakukan yaitu menyiapkan media semai. Campurkan tanah bersama dengan sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan masing-masing 2:1:1 atau 1:1:1.
  • Kemudian siapkan polybag dengan ukuran 5 x 10 cm. Lalu Isi polybag tersebut dengan media tanam yang telah disiapkan tadi hingga memenuhi 2/3 bagiannya.
  • Untuk merangsang pertumbuhan benih cabai rawit, Anda bisa merendamnya pada air hangat selama kurang lebih 6 jam.
  • Benamkan benih cabai rawit pada media semai kurang lebih sedalam 1,5 cm. Kemudian tutup dengan menggunakan tanah secara perlahan (jangan ditekan).
  • Kemudian letakkan media tanam polybag yang sudah ditanami benih cabai rawit tersebut di tempat yang aman dari serangan hama belalang, ulat, semut, atau serangga lainnya. Selain itu pastikan tempat tersebut memiliki penyinaran yang minim atau Anda juga bisa memberinya naungan agar terhindar dari paparan sinar matahari langsung atau derasnya hujan. Atau bisa juga dengan menutup permukaan media semai dengan kain hitam yang telah diberi lubang-lubang kecil.
  • Siram benih cabai rawit yang telah disemai dengan menggunakan air bersih setiap pagi dan sore hari. Setelah satu bulan, bibit cabai rawit akan tumbuh dan siap dipindahkan ke media tanam yang lebih besar.
  • Tunggu hingga benih berkecambah. Pilih bibit cabai rawit yang berkualitas yaitu dengan ciri-ciri memiliki tunas yang besar dan tampak sehat.
  • Saat bibit cabai telah memiliki tinggi sekitar 5-10 cm, maka bibit cabai rawit siap dipindahkan ke media tanam 3-5 hari kemudian.

3. Pindahkan Bibit Cabai Rawit ke Media Tanam | Cara Menanam Cabai Rawit

Memindahkan bibit cabai rawit ke media semai

Saat bibit cabai rawit memiliki 3-4 helai daun sejati atau telah berumur 4 minggu, maka Anda dapat memindahkan bibit cabai rawit ke media tanam baru yang berukuran lebih besar. Anda bisa menggunakan pot ataupun polybag.

Jika Anda menggunakan polybag, maka gunakanlah polybag dengan diameter minimal 30 cm. Atau Anda juga bisa menggunakan ember bekas yang sudah tidak digunakan sebagai pengganti pot.

Setelah itu, isilah pot atau polybag dengan menggunakan media tanam hingga terisi 2/3 bagiannya. Media tanam ini dibuat dari campuran antara tanah, pupuk organik kompos, dan sekam mentah dengan perbandingan 5:3:2.

Kemudian keluarkan bibit cabai rawit dari media semai secara hati-hati dengan menjaga agar daun, batang dan akarnya tetap utuh. Untuk itu, Anda dapat menggunakan sekop atau alat berkebun lainnya.  

Buatlah lubang tanam pada bagian tengah media semai. Tanam bibit cabai rawit ke dalam media tanam dengan kedalaman kurang lebih 10 cm. Tutup kembali lubang tanam menggunakan tanah.

4. Perawatan Tanaman Cabai Rawit |Cara Menanam Cabai Rawit

Cara Merawat Tanaman Cabai Rawit

Dalam Budidaya tanaman cabai, pasti Anda menginginkan agar tanaman cabai rawit Anda memproduksi buah yang banyak dan sehat. Untuk itu, maka Anda perlu melakukan tahap perawatan yang benar. Mari kita simak cara-cara merawat tanaman cabai berikut ini.

Perawatan Pasca Dipindah Media Tanam

Selama 2-3 hari setelah dipindah ke media tanam, letakkan tanaman cabai rawit di bawah sinar matahari tidak langsung. Selain itu, jika tanah sudah mulai kering, maka Anda perlu menyiramnya dengan air. Pastikan tanah pada media tanam tetap terjaga kelembabannya.

Setelah 3 hari, potong daun bagian paling atas tanaman cabai rawit. Hal ini bertujuan agar tanaman cabai rawit dapat menghasilkan batang samping yang banyak.

Semakin banyak cabang yang dimiliki tanaman cabai rawit, maka semakin banyak pula produksi cabai rawit yang akan dihasilkan.

Dalam beberapa hari, tanaman cabai rawit sudah mulai lebat dan rimbun. Pada setiap tanaman cabai rawit bisa menghasilkan krang lebih 10-12 cabang.

Perawatan Rutin Tanaman Cabai Rawit

Mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup. Tanaman cabai rawit menyukai panas dan tumbuh dengan baik di daerah yang banyak terkena sinar matahari. Sinar matahari yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman cabai rawit yang lebih baik yaitu sekitar 5-6 jam setiap harinya.

Pemupukan. Setelah 18-20 hari penanaman, tanaman cabai rawit juga perlu diperhatikan asupan nutrisi dan unsur haranya yaitu dengan memberikan pupuk kompos organik (kompos vermik, dekomposisi, kotoran sapi, kotoran kuda, kompos daun, dan lain-lain).

Goyangkan tanaman. Cabai dapat diserbuki oleh serangga seperti lebah, kupu-kupu, atau semut, namun jika gagal melakukan penyerbukan sendiri, maka Anda dapat membantu dengan cara menggoyangkan bunga secara perlahan.

Pembersihan gulma. Keberadaan gulma dapat mengganggu pertumbuhan tanaman cabai rawit dengan mencuri ruang dan nutrisi penting dari dalam tanah. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan pembersihan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman cabai rawit dengan cara dicabut hingga ke akar agar gulma tidak bisa tumbuh kembali.

Siram dengan air secukupnya. Siram tanaman cabai rawit pada pagi dan sore hari. Anda harus memastikan media tanam tanaman cabai rawit tetap lembab. Namun, Anda juga dapat menyesuaikannya dengan kondisi cuaca.

Saat musim kemarau, Anda dapat memperbanyak penyiraman dan menguranginya ketika musim penghujan.

Sebaiknya penyiraman tidak dilakukan secara berlebihan agar tanaman cabai rawit tidak terinfeksi hama dan penyakit.

5. Panen Buah Cabai Rawit | Cara Menanam Cabai Rawit

Jika tanaman cabai rawit ditanam dan dirawat dengan benar, maka saat tanaman telah berumur sekitar 80-90 hari Anda sudah dapat panen buah cabai rawitnya.

Buah cabai rawit yang siap panen yaitu buah yang sudah masak dengan ciri memiliki warna merah merata. Agar tidak merusak bagian tanaman cabai rawit lainnya, Anda bisa memanennya menggunakan pisau tajam atau gunting kecil.

Demikian tadi cara menanam cabai rawit dari biji. Sangat mudah bukan? yuk mengisi waktu luang Anda dengan membudidayakan cabai rawit sendiri di rumah.

Baca Juga: Cara Membuat Ayam Geprek Sambal Bawang

Selain lebih praktis, tentu juga lebih menghemat pengeluaran Anda. Selamat Mencoba ^^ jangan lupa bagikan informasi ini ke kerabat dan keluargamu ya.